Jendela
Wahai engkau yang merindukan matahari
Tahukah engkau ?
Kini mataharimu terluka.. bersedih bahkan
terus menerus menangis..
Ia terluka dan tersiksa .... karna terlalu
perih yang ia rasakan sampai ia tak ingin terbit di ufuk timurnya........
Wahai Insan pemilik hati
Bisakah kau menolongku ? oh tidak... aku tak
ingin kau mengalami pantulan kesedihan yang aku alami kini.
Kasih... Aku tak sekuat yang kau fikirkan..
tapi aku juga tak selemah yang kau bayangkan..
Aku butuh kamu disini.. aku merindukanmu..
tapi bahkan sekarangpun aku tidak bisa mengatakan itu...
Aku diam bukan berarti tak rindu.. aku tak
memandangmu bukan berarti aku lupa padamu..
Aku melakukan itu karna tak kuasa menahan
tangisan hati.. agar tak meluap ke mata..
Aku memang selalu menangis karna
memikirkanmu.. tapi di hadapanmu aku berusaha menampakkan AKU BAIK2 SAJA..
walau pada dasarnya aku menangis bahkan tak sanggup untuk berfikir...
Jalanlah terus sayang... Jalan terus
dijalanmu.. jangan menoleh aku yang ada dibelakangmu apapun yang terjadi padaku
tetaplah jalan jangan hiraukan.. walaupun aku berteriak meminta uluran tanganmu
atau menungguku... Jangan kau lakukan itu..
KARNA AKU TAK INGIN KAU MERASAKAN APA YANG KURASAKAN..
Komentar
Posting Komentar